Suatu ketika seorang penulis muda berbakat mempunyai ide cemerlang untuk membuat satu film yang dia yakini bakalan booming. Idenya ini kemudian dia ajukan ke salah satu production house terkenal dan dengan segala keahliannya dalam berbahasa si penulis muda mulai mempromosikan idenya agar disetujui.
Mau tau petikkan cerita selama berlangsungnya promosi ide film Si Penulis Muda kepada direktur PH tersebut?? Nih petikkannya :
Penulis Muda (PM) : Selamat siang..Apakah Anda direktur PH "Nama_PH" ini??
Direktur PH(DPH) : Ya benar..Ada keperluan apa Anda ingin bertemu dengan saya?? Tunggu dulu, ehhmmm sepertinya wajah Anda tak asing saya lihat, Anda penulis muda berbakat itu bukan?? Raaaa...( Sang Direktur agak lupa namanya )
PM : ( si PM langsung memotong dan mengingatkan)
Yaph,perkenalkan nama saya "(Inisialnya : RD)" Pak..
DPH : Oh ya benar,Anda Saudara RD, penulis buku dan film..(bla bla bla, tak usah disebutkan ya sudah pada tau juga kan). Haha selamat datang di kantor Kami. Ada yang bisa saya bantu??
PM : Begini Pak, saya ingin mengajukan suatu film menarik yang mengalir dari otak saya dan saya yakin bahwa film ini kelak akan booming.
DPH : Boleh saya lihat tuangan ide (naskah) film Anda ??
PM : Oh ya silahkan..
DPH : Hmmmm.. cukup menarik, tapi apa yang membuat Anda begitu yakin kalau film karya Anda ini bakalan booming??
PM : Saya sangat yakin film ini akan booming karena saya melihat tren di dunia perfilman saat ini, film-film remaja sangat diminati dan dilihat dari jumlah penonton kebanyakan yang sebagian besar adalah para remaja.
DPH : Oh ya OK tapi selain faktor yang Anda sebutkan tadi, ada hal lain yang memang benar-benar membuat Anda sangat yakin bahwa film yang Anda buat ini akan booming?? Dalam arti faktor yang lain daripada yang lain mungkin??
PM : Oh ya satu hal lagi dan ini mungkin ini yang sangat menyebabkan film ini akan booming yaitu dari segi pemeran filmnya. Dari segi peran akan di perankan oleh saya langsung karena saya merasa mempunyai unsur kedekatan dengan kaum remaja pada umumya. Dan juga selain peran yang saya mainkan langsung, saya ingin pasangan peran saya dalam film kali ini adalah seorang artis yang fenomenal dan bukan artis dalam negeri.
DPH : Kalalu boleh tahu siapa artis fenomenal itu yang ingin Anda paketkan dalam pasangan peran dari film Anda ini??
PM : Maria Ozawa atau dikenal dengan nama Miyabi.
DPH : ( Sedikit tercengang )
Oh ya ??! Bukankah dia bintang panas/porno asal Jepang yang sangat kesohor di dunia atau paling sedikit se-Asia dan wajahnya juga tak asing lagi kita lihat terutama bagi kaum-kaum yang menyukai film-film panasnya dan itu tak sedikit justru banyak "penggemarnya".. Mengapa Anda memilih Miyabi??
PM : Yaph benar Anda juga sudah tahu bukan siapa Miyabi. Dia memang bintang porno asal Jepang yang namanya sudah tak asing lagi kita dengar, siapa coba yang tak kenal dia? Kebanyakan orang atau lebih tepatnya kaum muda/remaja bahkan dewasa pasti sudah mengenal Miyabi baik dari filmnya atau internet, atau paling tidak mereka hanya tahu dari nama saja dan pekerjaanya meskipun tak mengenal wajahnya, dalam arti pernah mendengar namanya. Dalam film saya ini, dia tidak akan bermain dalam adegan panas atau porno karena saya tahu hal seperti ini di Indonesia akan menuai protes, kecaman, bahkan kontroversi. Miyabi akan mengambil peran sebagai tokoh utama, kesan seksi terhadap dirinya pasti akan sangat menjual sehingga para penonton pasti akan penasaran akan akting si Miyabi ini. Dan inilah yang sangat ditunggu-tunggu, rasa penasaran penonton terhadap akting dia yang akan membuat film ini meledak di pasar perfilman. Dan saya rasa ini untuk pertama kalinya dalam dunia perfilman, dimana pemeran utama dalam film adalah artis luar negeri. Ehhhm..tentang bagaimana cara mengusahakan Miyabi agar datang ke Indonesia, saya rasa itu bukan perkara sulit karena dia datang ke sini toh bukan untuk memerankan film dewasa/porno, hanya untuk memerankan film karya saya merupakan tontonan umum khususnya kaum remaja.
DPH : (Sang Direktur PH tertegun sejenak, mempertimbangkan matang-matang, dan segera mengambil keputusan yang tepat tentang ide Si Penulis Muda ini alias Raditya Dika. Akhirnya keputusan itu keluar....)
Setelah mendengar segala ide maupun penjelasan mengenai film Anda ini, mohon maaf kalau saya tidak bisa menerima proposal/naskah film yang Anda buat.
PM : Ta..tapi mengapa?
DPH : Ada hal yang sangat mengganjal saya dalam pembuatan atau bahkan sebelum pembuatan film ini nantinya. Jujur, saya sebagai seorang Muslim yang sudah sangat lama berkecimpung di dunia perfilman, sangat menjaga etika dan moral yang berlaku dalam masyarakat. Saya melihat unsur yang dijual dalam film ini adalah hanya dari sisi peran si Miyabi tersebut. Dengan segala ketenarannya dalam dunia sex, saya tahu bahwa film ini akan menuai keuntungan yang besar. Namun, bukan keuntungan yang saya cari dalam mengeluarkan suatu film kepada masyarakat atau lebih tepatnya penonton. Saya lebih memprioritaskan tentang manfaat dari suatu film kepada para penonton sehingga melalui film akan terbentuk "simbiosis mutualisme" atau dalam arti pesan moral yang akan menjadikan penonton menjalani kehidupan yang lebih baik dan untuk para pekerja di belakang layar film juga mendapatkan keuntungan karena unsur manfaat atau pesan moral atau lebih tepatnya lagi unsur dakwah dalam film yang disajikan dapat tersalurkan kepada para penonton. Manfaat ini bukan manfaat kesenangan/sesaat semata tetapi manfaat jangka panjang. Seperti dalam film Ayat-Ayat Cinta, pesan moral yang tersirat adalah bagaimana kita menghargai poligami yang berlaku dalam masyarakat dan bagaimana caranya kita berlaku adil terhadap istri kita. Dan memang saat peluncuran film itu, poligami merupakan suatu hal yang "kurang bisa" diterima oleh masyarakat dan menimbulkan suatu kontroversi. Dan satu hal lagi, saya merasa bersalah atau bahkan hina jika mendatangkan Miyabi ke Indonesia. Kenapa saya katakan sampai seperti itu?? Saya berani mengatakan itu karena melihat kondisi bangsa ini yang sedang ditimpa banyak musibah di berbagai daerah seperti di Tasikmalaya,Bali dan saat ini di Padang yang memakan korban jiwa yang sangat banyak, dimana para korban bencana sangat membutuhkan uluran tangan atau bantuan kita secepatnya, kita malahan mengeluarkan biaya yang sangat besar bukan untuk membantu para korban tetapi untuk mendatangkan seorang artis yang notabene-nya adalah seorang artis yang dikenal karena ke-erotisannya dan perzinahannya secara terang-terangan : Maria Ozawa. Mau di taruh di mana muka saya, dan di mana hati nurani kita?? Yang ada malah kita dimurkai oleh Allah,naudzubillahmindzalik. Meskipun kedatangannya bukan untuk berakting dalam film porno tetapi bukankah kita seharusnya meninggalkan hal-hal yang berbau atau lebih tepatnya mendekati zina bagaimanapun bentuknya selama orang yang bersangkutan belum menyatakan bertaubat dari perbuatannya. Bagi saya sebagai direktur PH, dunia film adalah dunia dakwah dimana kebenaran mesti kita tegakkan dimana saja terutama untuk bangsa ini dan yang terpenting bagi saya adalah berusaha memberikan tontonan yang menarik sekaligus bermakna bagi para pecinta film tanah air khususnya, jangan sampai gaya hidup bangsa ini hancur gara-gara sebuah film yang non-makna. Itulah hal-hal yang membuat saya memberikan keputusan tegas untuk mohon maaf..menolak proposal/ide film Anda.
PM : ( Sang Penulis Muda terbengong-bengong mendengar penjelasan DPH, seakan-akan tidak percaya kalau ide cemerlangnya itu dengan tegas di tolak..)
Ehmm..ehmm..ba..ba..baiklah penjelasan maupun keputusan Bapak sangat saya hargai dan saya juga mohon maaf jika ide saya ini bertentangan dengan prinsip hidup Bapak. Saya ucapkan terimakasih Bapak telah meluangkan waktunya untuk "mengobrol" dengan saya (sambil berjabatan tangan). Si penulis muda terkenal itu pun akhirnya keluar dari kantor PH tersebut dengan perasaan "agak" kecewa.
Hal itu tidak menyurutkan Si Penulis Muda untuk terus mengajukan ide filmnya itu ke PH lain. Berharap agar ada salah satu PH yang mau menerima idenya. Singkat cerita ternyata ada salah satu PH yang menerima idenya si penulis muda ini alias "RD" beserta paket Miyabi-nya. Namun, sebelum pembuatan film itu berlangsung, kotroversi langsung berkembang di masyarakat dan semakin menyebar luas. Kontroversi itu muncul tak lain dan tak bukan karena pemilihan Miyabi, yang terkenal dengan film pornonya, ikut terlibat dalam pembuatan sekaligus peran di film tersebut. Ada yang menolak terutama kaum agamais, ada yang mendukung kebanyakan dari kalangan artis sendiri, ada yang cuek saja, dan lain sebagainya. Entah apa yang ada di benak si "RD" dan juga pihak PH yang membuat dan menyetujui film itu yang pasti "ada udang di balik batu".
Saya harap pikiran para pembaca sama dengan prinsip hidup Sang Direktur PH terkenal tadi, untuk :
"MENOLAK FILM ITU (SELAMA MIYABI TERLIBAT DALAM PEMBUATAN FILM ITU) DAN MENOLAK KEDATANGAN MIYABI KE INDONESIA !!"
Jika film itu sampai beredar di Indonesia dengan pemeran Miyabi pula, tunggu saja murka dari ALLAH, dan bukan tidak mungkin bencana besar akan melanda IndonesiA kembali.
"SAY NO TO MIYABI"..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar