Makanan sehat dan bergizi tentu adalah makanan yang mengandung empat sehat lima sempurna. Kembali ke pelajaran Sekolah Dasar, bahwa makanan empat sehat lima sempurna terdiri dari nasi, lauk-pauk, sayur mayur, buah, dan susu yang merupakan pelengkap sehingga menjadi sempurna! Siph deh! Mau hidup sehat? Awalnya dari makanan!
Selain sayur-mayur, daging-dagingan juga bisa menjadi makanan yang sehat asaaaaalllll….ya itu tadi, dagingnya segar dan berkualitas! Kalau daging sapi, pastikan sapinya memang sehat. Pastikan dagingnya segar! Kalau daging ayam juga begitu, pastikan ayamnya sehat, nggak terjangkiti virus flu burung, nggak disuntik yang aneh-aneh, dan sebagainya.
Pusing ya? Mau makan saja repot. Mau sehat saja repot. Tapi..tunggu! Nggak cuma memilih bahan yang segar dan berkualitas saja, pengolahan makanan juga perlu diperhatikan!
Dalam pengolahan, jangan asal pula menggunakan peralatan masak. Pastikan kalau peralatan masak yang digunakan tidak dilapisi bahan kimia. Jangan sering menggunakan wajan yang berlapis antilengket. “Iya tuh, sodara gue keseringan pakai wajan yang antilengket gitu, sekarang malah divonis kanker!” cerita Dewi. Waduh, serem banget kan? Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Anda mungkin dapat menggunakan wajan besi, wajan aluminium atau panci tembaga.
Bahan dasar yang sehat sudah, diolah dengan benar sudah, lalu disajikan dong! Sajikan makanan sesegar mungkin. Soalnya supaya nutrisi dalam makanan tetap terjaga. Bukan hanya tekstur dan warnanya saja yang tetap terjaga.
Setelah disajikan, makanlah sesegera mungkin. Jangan kelamaan ditunda, nanti tubuh kita nggak dapat nutrisinya dong! Namun ingat, makanlah sesuai jadwal dan dengan porsi yang sesuai. Jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit. Kalau beberapa jam setelah makan masih lapar, tenang, konsumsi cemilan saja! Eh tapi cemilannya juga yang benar! Jangan mengandung bahan pengawet yang aneh-aneh.
Menurut ahli gizi Emma S Wirakusumah, prinsip yang harus dipegang adalah hidup sehat, yaitu makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan. Maka itu, untuk bertahan hidup, kita perlu makan dan minum yang benar dan teratur. Kesehatan itu mahal harganya. Hari gini masuk rumah sakit..aduuhhh mahal segala-galanya! Dari mulai biaya rawat inap, obat-obatan, pemeriksaan lab, sampai dokter.
Kemudian, selain itu kita perlu tahu tubuh kita itu butuh gizinya berapa banyak. Nggak setiap orang sama kebutuhan gizinya. Kalau kita sudah tahu kebutuhan gizi dalam tubuh kita, kita jadi mudah untuk menyesuaikan asupan makanan dan minuman. Jangan lupa juga untuk mengimbangi makanan dengan olahraga yang teratur.
Menurut Pedoman Umum Gizi Sehat, porsi makanan yang baik adalah 60-65 persen dari kebutuhan kalori tubuh harus berupa karbohidrat kompleks seperti nasi, kentang, mi, ubi, dan roti. Karbohidrat kompleks dipakai sebagai sumber energi. Lalu 10-15 persen berupa protein sebagai zat pembangun tubuh, dan sisanya berupa bahan makanan lainnya seperti lemak, sayuran, dan buah-buahan sebagai sumber pengatur tubuh.
Konsumsi serat juga diperlukan, minimal 25-30 gram per hari. Serat itu ada dimana? Ya, antara lain ada di sayuran dan buah-buahan. Guna serat itu antara lain untuk mengikat zat racun, kolesterol, kelebihan lemak, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh sebab serat mampu merangsang pertumbuhan bakteri baik (probiotik) dan menekan pertumbuhan bakteri jahat. Obesitas juga mampu dibasmi oleh serat sebab serat mampu menghambat penyerapan lemak oleh usus dan memperlama rasa kenyang. Jadi nggak bakal kelaparan terus. Namun, kalau masih kelaparan juga setelah merasa cukup mengkonsumsi serat, nampaknya perlu dicek ke dokter deh. Cacingan barangkali? Hehe..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar