Tempat sampah yang biasanya berada di pinggir jalan merupakan salah satu jenis tempat pembuangan sampah yang bisa dibilang praktis. Keberadaannya sangat membantu dalam mengurangi pembuangan sampah di sembarang tempat oleh masyarakat, terutama para pejalan kaki. Biasanya tempat sampah ini terdiri dari dua buah tong, yaitu tong untuk sampah basah dan tong untuk sampah kering.
Setiap hari sampah-sampah yang telah terkumpul di dalam tong, diangkut oleh petugas kebersihan menggunakan truk sampah. Nah, di sini permasalahannya. Untuk mengangkut sampah-sampah tersebut, truk sampah seringkali melalui jalan-jalan raya yang padat oleh pengguna mobil maupun motor. Karena sampah tersebut belum terurai dan masih berupa sampah basah dan kering, maka bau yang ditimbulkan seingkali mengganggu para pengguna jalan yang dilalui oleh truk sampah tersebut.
Solusi untuk permasalahan tersebut adalah dengan mengolah atau mengurai terlebih dahulu sampah-sampah tersebut di tempat pembuangan awalnya, yakni di tong sampah tadi. Pengolahan tersebut dengan cara mendaur ulang sampah-sampah tersebut dengan menghancurkan lalu menguraikannya dengan bakteri pengurai.
Pada kedua tong sampah tadi, dilengkapi dengan pipa yang dihubungkan pada mesin pendaur ulang sampah yang ditempatkan di bawah permukaan tanah. Lalu disambungkan dengan bak penampungan yang ditempatkan juga di bawah permukaan tanah. Ketika orang membuang sampah ke dalam tong, maka sampah akan langsung turun menuju mesin pendaur ulang. Sampah yang masuk ke mesin langsung diolah oleh mesin dan selanjutnya didorong masuk ke bak penampungan untuk dibiarkan terurai.
Untuk sampah kering, prinsipnya sama dengan sampah basah. Begitu sampah masuk ke dalam tong, langsung menuju mesin pendaur ulang yang menghancurkan sampah kering tersebut. Mesin pendaur ulang dan bak penampungan untuk sampah basah dan sampah kering dipisahkan sehingga tidak tercampur.
Truk sampah yang akan mengambil sampah dari bak penampungan, dapat mengambil sampah dari bak penampungan sampah kering setiap hari karena tidak adanya proses penguraian. Sedangkan untuk sampah basah, pengambilan dilakukan tidak setiap hari karena harus menunggu proses penguraiannya. Namun kelebihannya sampah yang diangkut tidak dibuang lagi ke tempat pembuangan akhir, tetapi dapat langsung dijual ke pedagang pupuk. Sehingga hal ini dapat mengurangi polusi bau yang sering ditimbulkan oleh truk sampah yang lewat di tengah keramaian kota.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar